Pentingnya Berbagi Bahasa

Surakarta, 29/9 – AJARKAN BAHASA ISYARAT. Tisa (kiri) didampingi seorang mentor sedang mengajarkan bahasa isyarat kepada salah seorang pengunjung CFD, Minggu (29/9).

SMA Batik 1 Torehkan Rekor Dunia

Surakarta, 29/9 — DARI BATIK UNTUK DUNIA. Para peserta membentangan kain batik sepanjang 4 km dari kawasan Purwosari – Gladag. Pembentangan kain ini diadakan di car free day, dalam rangka Milad ke-56 SMA Batik 1 Surakarta. FOTO/NORMA/ENDZICO J.T/13

Pedagang Keluhkan Harga Sapi Tetap Tinggi

Surakarta, 1/10 - MASIH MAHAL. : Salah satu kios daging sapi milik Marji yang ada di Pasar Gedhe Kota Solo, Senin (30/7). Harga daging sapi tetap tinggi pasca lebaran lalu. FOTO/DOGMA/DIO S.D/13

Solo Paragaon Adalan Share Blood Give Life

Surakarta 2/10 - AKSI UNTUK SESAMA. Share Live Give Blood dilakukan di Hotel Solo Paragon pada Senin (30/9). Kegiatan yang juga merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) ini dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali.

Irigasi Dihentikan, Petani Tetap Menanam Padi

Sukoharjo, 1/10 - NEKAT. Petani di Kelurahan Mandan, Sukoharjo, Tetap Menanam Padi (23/9) Meskipun Pengairan akan Dihentikan. Petani Mengaku hal ini Untuk Tetap Menyambung Masa Panen Sebelumnya. FOTO/JADMIKO/DOGMA/13

Monday, September 30, 2013

Percik Korek Sebabkan Kebakaran Rumah



Surakarta, 26/9 - DILALAP SI JAGO MERAH. Petugas pemadam kebakaran bersama warga berusaha memadamkan api yang melalap tiga rumah petak di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada kamis (26/9).

Surakarta (26/9) – Warga Turisari dikejutkan dengan kebakaran tiga rumah petak di Rt 01 Rw 09 di Kecamatan Banjarsari, kelurahan Mangkubumen pada Kamis (26/9). Percikan api disadari warga ketika sudah melahap sebagian bangunan sekitar pukul 11.50 wib. Petugas pemadam kebakaran segera datang setelah mendapat laporan warga. Karena akses jalan yang sempit, tiga mobil pemadam yang turun baru dapat menjinakkan api satu jam kemudian.

Ditemui di lokasi kejadian, Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman mengklarifikasi mengenai penyebab kebakaran. “Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat dari anak kecil bermain korek api,” ujarnya. “Kabar yang saya terima, anak itu cucu pemilik rumah. Namun kepastian belum saya terima, karena anaknya masih shock,” pungkasnya.

Dalam kejadian tidak memakan korban jiwa, hanya pemilik rumah mengalami luka ringan dan seketika dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo.

(Indra Bhaskara)

Pentingnya Berbagi Bahasa


Surakarta, 29/9 – AJARKAN BAHASA ISYARAT. Tisa (kiri) didampingi seorang mentor sedang mengajarkan bahasa isyarat kepada salah seorang pengunjung CFD, Minggu (29/9).
Surakarta (29/9) — Dalam rangka memperingati hari tuli sedunia, Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) mengadakan pengenalanbahasa isyaratkepada masyarakat di CFD (car free day) jalan Slamet Riyadi, Minggu (29/9).  Setiap pengunjung yang datang diajarkan bahasa isyarat dengan memberikan selebaran berisi simbol-simbol bahasa isyarat. Selanjutnya mereka dipersilakan berkomunikasi dengan tunarungu dan didampingi oleh seorang mentor.

“Saya sangat senang karena bisa berbagi bahasa isyarat dengan yang lain. Sehingga kalau banyak yang bisa bahasa isyarat, kita (tunarungu-red) jadi lebih mudah bersosialisasi,” kata Tisa, salah seorang tuna rungu. Dalam acara ini, pengunjung juga dipersilakan menulis kata-kata motivasi untuk tuna rungu.

(Herawan)

Jembatan Jurug Selesai Direnovasi



Surakarta, 27/9 SUDAH BEROPERASI. Tampak beberapa pengguna kendaraan roda dua, sudah dapat melewati jembatan kecil jurug yang sebelumnya di renovasi hampir empat bulan lamanya. FOTO/NORMA/ENDZICO J.T/13

Surakarta (27/9) — Jembatan Jurug bagian selatan, atau yang biasa disebut Jembatan kecil Jurug, telah selesai diperbaiki pada hari Minggu (22/9) lalu. Pembukaan kembali jembatan ini, disambut positif oleh para pengguna sepeda, kendaraan roda dua dan para pejalan kaki. Proses perbaikan Jembatan Kecil Jurug ini memakan waktu empat bulan lamanya.

Proses penyelesaian ini sedikit mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan kerena keterlambatan bahan baku, serta absennya para pekerja yang mengambil libur hari raya lebaran. Jembatan yang seharusnya rampung hanya dalam kurun dua bulan ini, terpaksa harus tertunda proses pembangunannya hingga mencapai empat bulan. Bahan dasar jembatan yang terbuat dari kayu besi datang terlambat, karena bahan itu harus didatangkan dari Papua, sehingga memakan waktu yang sedikit lebih lama untuk bisa didatangkan sampai ke Solo.

Jamin (62), seorang pedagang mie ayam yang sehari-harinya melewati jembatan kecil Jurug, turut menyatakan antusiasnya atas pembangunan jembatan ini. Ia mengaku sangat senang dengan diperbaikinya jembatan ini, karena memudahkan usaha berdagangnya. “Kalau nggak ada jembatan ini saya harus muter jauh mas, harus lewat jembatan yang utara.”

Menurut Jamin, memang sudah seharusnya jembatan Jurug ini diperbaiki karena kondisinya sudah tidak layak. “Dulu aspalnya sudah jemblong-jemblong (berlubang), saya takut kalau lewat situ, tapi sekarang sudah rata, sudah bagus.”

(Endzico J.T - D0210037)
 

Sma Batik 1 Torehkan Rekor Dunia



Surakarta, 29/9 — DARI BATIK UNTUK DUNIA. Para peserta membentangan kain batik sepanjang 4 km dari kawasan Purwosari – Gladag. Pembentangan kain ini diadakan di car free day, dalam rangka Milad ke-56 SMA Batik 1 Surakarta. FOTO/NORMA/ENDZICO J.T/13
Surakarta (29/9) — Dalam rangka milad ke-56, SMA Batik 1 Surakarta mengadakan acara pembentangan kain batik sepanjang 4 km, dari kawasan Gladak- Purwosari. Hal ini juga bertujuan untuk memecahkan rekor MURI, untuk kategori pembentangan kain batik terpanjang di Indonesia. Pembentangan kain batik ini tidak tanggung-tanggung; pihak penyelenggara menyiapkan 2000 kain batik yang dijahit menjadi satu, untuk kemudian dibentangkan hingga mencapai panjang 4 km. Dalam pemecahan rekor MURI tersebut, turut hadir pula 6000 peserta yang terdiri dari alumni, karyawan, dan guru SMA Batik 1 Surakarta.

Tidak hanya dalam rangka pemecahan rekor MURI saja, namun acara pembentangan kain batik yang di lakukan di car free day ini juga mengangkat tema “Dengan pencapaian rekor MURI, kita mantapkan Kota Solo menjadi Ibu Kota batik dunia”. Hal ini bertujuan untuk membuktikan, bahwa Kota Solo memang layak untuk menjadi Ibu Kota batik dunia.

“Unik, belum pernah ada di Solo. Semoga Solo cepat menjadi Ibu Kota batik dunia,” ujar Nia, salah seorang pengunjung Car free day yang secara langsung menyaksikan acara pembentangan kain batik tersebut.


(Endzico J.T - D0210037)